FLASHBACK
RESIDENT
EVIL (2002)
Kebocoran virus T di The Hive,
laboraturium milik Umbrella Corporation, mengakibatkan manusia menjadi zombi.
Umbrella Corporation memiliki program bernama Red Queen. Program tersebut
membunuh siapa pun agar virus T tidak tersebar. Alice berhasil menghentikan Red
Queen.
RESIDENT
EVIL: APOCALYPSE (2004)
Red Queen yang telah dimatikan
mengakibatkan virus T tersebar ke Racoon City. Sementara itu, Jill Valentine,
polisi di Racoon City, mendapat misi yang menemukannya dengan Alice. Mereka
bersatu melawan Umbrella Corporation. Misi itu berhasil membawa mereka keluar
dari Racoon City.
RESIDENT
EVIL: EXTINCTION (2007)
Berlokasi di sebuah gurun pasir, Alice
berusaha sembunyi dari Umrella Corporation. Dia bertemu dengan beberapa survivor yang hidup nomaden. Mereka
berusaha mencapai Alaska yang diisukan menjadi tempat teraman dari virus T.
Bukannya sampai Alaska, Alice justru terjebak kembali di The Hive.
RESIDENT
EVIL: AFTERLIFE (2010)
Di The Hive, Alice menyadari bahwa
darahnya digunakan untuk percobaan yang mengahsilkan ratusan kloningannya.
Alice melanjutkan perjalanan hingga ke Arcadia, kapal yang digunakan sebagai
tempat berlindung. Di sanalah Alice berhasil membunuh Wesker, pimpinan Umbrella
Corporation.
RESIDENT
EVIL: RETRIBUTION (2012)
Alice dikejutkan kehadiran Wesker yang
kembali hidup. Berbeda dengan sebelumnya, Wesker ternyata mengkhianati Umbrella
Corporation dan berpihak kepada Alice. Kali ini Alice bersama Wesker harus
melarikan diri. Mereka pun bersatu untuk survive
dari jutaan zombi. (raf/c14/als)
EVIL COMES HOME
SERI TERAKHIR
KEMBALIKAN ALICE KE TITIK
AWAL PERJALANAN
Setelah 15 tahun,
tampaknya penggemar Resident Evil harus
mengucapkan selamat tinggal pada serial tersebut. Yap, Resident Evil: The Final Chapter sebagai seri terakhir tayang pada
27 Januari mendatang di Amerika Serikat. Meneruskan cerita sebelumnya, film itu
menggambarkan perjalanan Alice kembali ke Racoon City.
Seperti kelima seri
sebelumnya, Milla Jovovich kembali memerankan Alice yang menjadi bagian dari
sekelompok manusia terakhir. Di ambang kepunahan manusia yang terus
bertransformasi menjadi zombi, Alice juga harus mengahdapi serangan dari
Umbrella Corporation. Di sisi lain, Alice masih tetap berusaha mencari penyebab
utama persebaran virus T demi mengembalikan kondisi semula.
Sebagai klan
terakhir dari manusia yang tersisa, satu-satunya cara bagi Alice untuk
membalikkan situasi adalah kembali ke asal perjalanannya di Racoon City. Alice
meyakini bahwa kemunculan para zombi tidak hanya disebabkan Umbrella
Corporation. Menurut dia, terdapat informasi yang bisa didapatkannya hanya
dengan masuk kembali ke The Hive.
Selain menunjukkan
akhir perjuangan Alice, seri terakhir itu bakal mengajak penggemar Resident Evil bernostalgia. Beberapa
karakter yang pernah muncul di seri sebelumnya turut mewarnai film tersebut.
Sebut saja Jill Valentine dan Chris Redfield. Paul W. S. Anderson, sutradara
sekaligus scripwriter serial itu,
bahkan menghadirkan beberapa environment di
film sebelumnya.
“Aku ingin membuat
film yang bisa membuat orang-orang merasa rindu menonton Resident Evil sejak awal hingga akhir,” ungkap Anderson dilansir
dari Dread Central. “Kami akan
mengajak penonton flash back ke film
pertama. Termasuk kembali ke The Hive di mana Alice pernah mengira berhasil
menyelesaikan masalah,” lanjutnya.
Demi menggambarkan
Racoon City yang sudah hancur, tim produksi memilih Afrika Selatan sebagai setting utama film tersebut. “Lokasinya
sangat menakjubkan. Orang yang melihat pasti akan berpikir bahwa film ini penuh
dengan efek CGI. Padahal, itu hanya sebuah jalan tol terbengkalai,” jelas
Anderson pada LRM. Bukan hanya itu, beberapa Youtuber lokal juga dilibatkan untuk memerankan karakter zombi di
seri terakhir tersebut.
Keterlibatan Lee
Joon-gi, aktor Korea Selatan, makin menambah nilai plus film tersebut.
Memerankan tokoh Komandan Lee, Joon-gi dituntut lihai berkelahi dan menggunakan
senjata. Meski begitu, keberadaan Jovovich sebagai tokoh utama diakui Joon-gi
banyak membantunya. “Milla Jovovich benar-benar menginspirasiku. Kami banyak
beajar untuk saling menyinkronkan gerakan dalam beberapa scene perkelahian,” kata Joon-gi pada KdramaStars.
Menjadi satu-satunya
pemeran yang muncul di setiap seri, Jovovich mengungkapkan kesedihannya saat
harus mengakhiri franchise tersebut.
“Lima belas tahun lalu, aku tidak pernah membayangkan akan membahas akhir film
ini. Rasanya, film ini sudah seperti bagian dari diriku sendiri,” tuturnya pada
ComingSoon.
Film yang
penayangannya sempat ditunda karena kehamilan Jovovich itu memakan biaya USD 30
juta. Dengan bujet sebesar itu, diharapkan film tersebut menjadi penutup yang
manis dari serangkaian Resident Evil.
(IMDb/Variety/raf/c14/als)
BUKAN SERIAL
ZOMBI BIASA
SEBAGAI film adaptasi game, serial Resident Evil menuai
banyak kesuksesan. Terbukti, beberapa serinya menjadi box office saat penayangan. Eksistensi itu tentu tidak terlepas
dari kerja keras tim produksi dalam mengemas tiap seri. So, kenapa sih film itu
bisa long-lasting dan punya penggemar
setia? (raf/c25/als)
¤¤ Beragam Variasi Zombi
Berbeda dengan film
zombi lainnya, serial Resident Evil menawarkan
bentuk zombi yang cukup cerdas. Tidak sekedar menyerang manusia yang tidak
terinfeksi, zombi pada film tersebut mampu berevolusi. Beragam makhluk
mengerikan hasil percobaan Umbrella Corporation pun turut menghiasi serial itu.
¤¤ Tidak Monoton Bikin Betah Nonton
Berbeda dengan
film-film zombi lain yang hanya menampilkan cara untuk survive, Resident Evil berhasil membawakan cerita antimonoton.
Misalnya, misi Alice yang selalu menegangkan pada tiap serinya. Bukan hanya
itu. Ancaman zombi yang digambarkan terus meningkat di tiap seri.
¤¤ Peralatan Super Canggih
Penggemar Resident Evil pasti setuju bahwa zombi
bukan satu-satunya peran antagonis pada serial itu. Red Queen-lah yang menjadi
inti dari semua masalah. Selain itu, film tersebut dilengkapi berbagai senjata
bertekhnologi tinggi yang mendukung adegan action
pada tiap serinya.
¤¤ Terus Berimajinasi di Berbagai Lokasi
Serangan zombi tidak
hanya berpusat di kota besar, tapi juga di berbagai tempat. Misalnya, gurun
pasir yang ditampilkan di Resident Evil:
Extinction. Atau serangan tiba-tiba di bawah tanah seperti di sekuel
pertama. Bahkan, zombi di film ini juga didapati di lautan es. Serem !
¤¤ Sumber: ZETIZEN for Jawa Pos, 22 Januari 2017


Tidak ada komentar:
Posting Komentar