Bank

Selasa, 24 Januari 2017

Resident Evil: The Final Chapter

FLASHBACK
RESIDENT EVIL (2002)
Kebocoran virus T di The Hive, laboraturium milik Umbrella Corporation, mengakibatkan manusia menjadi zombi. Umbrella Corporation memiliki program bernama Red Queen. Program tersebut membunuh siapa pun agar virus T tidak tersebar. Alice berhasil menghentikan Red Queen.

RESIDENT EVIL: APOCALYPSE (2004)
Red Queen yang telah dimatikan mengakibatkan virus T tersebar ke Racoon City. Sementara itu, Jill Valentine, polisi di Racoon City, mendapat misi yang menemukannya dengan Alice. Mereka bersatu melawan Umbrella Corporation. Misi itu berhasil membawa mereka keluar dari Racoon City.

RESIDENT EVIL: EXTINCTION (2007)
Berlokasi di sebuah gurun pasir, Alice berusaha sembunyi dari Umrella Corporation. Dia bertemu dengan beberapa survivor yang hidup nomaden. Mereka berusaha mencapai Alaska yang diisukan menjadi tempat teraman dari virus T. Bukannya sampai Alaska, Alice justru terjebak kembali di The Hive.





RESIDENT EVIL: AFTERLIFE (2010)
Di The Hive, Alice menyadari bahwa darahnya digunakan untuk percobaan yang mengahsilkan ratusan kloningannya. Alice melanjutkan perjalanan hingga ke Arcadia, kapal yang digunakan sebagai tempat berlindung. Di sanalah Alice berhasil membunuh Wesker, pimpinan Umbrella Corporation.





RESIDENT EVIL: RETRIBUTION (2012)
Alice dikejutkan kehadiran Wesker yang kembali hidup. Berbeda dengan sebelumnya, Wesker ternyata mengkhianati Umbrella Corporation dan berpihak kepada Alice. Kali ini Alice bersama Wesker harus melarikan diri. Mereka pun bersatu untuk survive dari jutaan zombi. (raf/c14/als)



EVIL COMES HOME
SERI TERAKHIR
KEMBALIKAN ALICE KE TITIK AWAL PERJALANAN
Setelah 15 tahun, tampaknya penggemar Resident Evil harus mengucapkan selamat tinggal pada serial tersebut. Yap, Resident Evil: The Final Chapter sebagai seri terakhir tayang pada 27 Januari mendatang di Amerika Serikat. Meneruskan cerita sebelumnya, film itu menggambarkan perjalanan Alice kembali ke Racoon City.
Seperti kelima seri sebelumnya, Milla Jovovich kembali memerankan Alice yang menjadi bagian dari sekelompok manusia terakhir. Di ambang kepunahan manusia yang terus bertransformasi menjadi zombi, Alice juga harus mengahdapi serangan dari Umbrella Corporation. Di sisi lain, Alice masih tetap berusaha mencari penyebab utama persebaran virus T demi mengembalikan kondisi semula.
Sebagai klan terakhir dari manusia yang tersisa, satu-satunya cara bagi Alice untuk membalikkan situasi adalah kembali ke asal perjalanannya di Racoon City. Alice meyakini bahwa kemunculan para zombi tidak hanya disebabkan Umbrella Corporation. Menurut dia, terdapat informasi yang bisa didapatkannya hanya dengan masuk kembali ke The Hive.
Selain menunjukkan akhir perjuangan Alice, seri terakhir itu bakal mengajak penggemar Resident Evil bernostalgia. Beberapa karakter yang pernah muncul di seri sebelumnya turut mewarnai film tersebut. Sebut saja Jill Valentine dan Chris Redfield. Paul W. S. Anderson, sutradara sekaligus scripwriter serial itu, bahkan menghadirkan beberapa environment di film sebelumnya.
“Aku ingin membuat film yang bisa membuat orang-orang merasa rindu menonton Resident Evil sejak awal hingga akhir,” ungkap Anderson dilansir dari Dread Central. “Kami akan mengajak penonton flash back ke film pertama. Termasuk kembali ke The Hive di mana Alice pernah mengira berhasil menyelesaikan masalah,” lanjutnya.
Demi menggambarkan Racoon City yang sudah hancur, tim produksi memilih Afrika Selatan sebagai setting utama film tersebut. “Lokasinya sangat menakjubkan. Orang yang melihat pasti akan berpikir bahwa film ini penuh dengan efek CGI. Padahal, itu hanya sebuah jalan tol terbengkalai,” jelas Anderson pada LRM. Bukan hanya itu, beberapa Youtuber lokal juga dilibatkan untuk memerankan karakter zombi di seri terakhir tersebut.
Keterlibatan Lee Joon-gi, aktor Korea Selatan, makin menambah nilai plus film tersebut. Memerankan tokoh Komandan Lee, Joon-gi dituntut lihai berkelahi dan menggunakan senjata. Meski begitu, keberadaan Jovovich sebagai tokoh utama diakui Joon-gi banyak membantunya. “Milla Jovovich benar-benar menginspirasiku. Kami banyak beajar untuk saling menyinkronkan gerakan dalam beberapa scene perkelahian,” kata Joon-gi pada KdramaStars.
Menjadi satu-satunya pemeran yang muncul di setiap seri, Jovovich mengungkapkan kesedihannya saat harus mengakhiri franchise tersebut. “Lima belas tahun lalu, aku tidak pernah membayangkan akan membahas akhir film ini. Rasanya, film ini sudah seperti bagian dari diriku sendiri,” tuturnya pada ComingSoon.
Film yang penayangannya sempat ditunda karena kehamilan Jovovich itu memakan biaya USD 30 juta. Dengan bujet sebesar itu, diharapkan film tersebut menjadi penutup yang manis dari serangkaian Resident Evil. (IMDb/Variety/raf/c14/als)

BUKAN SERIAL
ZOMBI BIASA
SEBAGAI film adaptasi game, serial Resident Evil menuai banyak kesuksesan. Terbukti, beberapa serinya menjadi box office saat penayangan. Eksistensi itu tentu tidak terlepas dari kerja keras tim produksi dalam mengemas tiap seri. So, kenapa sih film itu bisa long-lasting dan punya penggemar setia? (raf/c25/als)

¤¤ Beragam Variasi Zombi
Berbeda dengan film zombi lainnya, serial Resident Evil menawarkan bentuk zombi yang cukup cerdas. Tidak sekedar menyerang manusia yang tidak terinfeksi, zombi pada film tersebut mampu berevolusi. Beragam makhluk mengerikan hasil percobaan Umbrella Corporation pun turut menghiasi serial itu.
¤¤ Tidak Monoton Bikin Betah Nonton
Berbeda dengan film-film zombi lain yang hanya menampilkan cara untuk survive, Resident Evil berhasil membawakan cerita antimonoton. Misalnya, misi Alice yang selalu menegangkan pada tiap serinya. Bukan hanya itu. Ancaman zombi yang digambarkan terus meningkat di tiap seri.
¤¤ Peralatan Super Canggih
Penggemar Resident Evil pasti setuju bahwa zombi bukan satu-satunya peran antagonis pada serial itu. Red Queen-lah yang menjadi inti dari semua masalah. Selain itu, film tersebut dilengkapi berbagai senjata bertekhnologi tinggi yang mendukung adegan action pada tiap serinya.
¤¤ Terus Berimajinasi di Berbagai Lokasi
Serangan zombi tidak hanya berpusat di kota besar, tapi juga di berbagai tempat. Misalnya, gurun pasir yang ditampilkan di Resident Evil: Extinction. Atau serangan tiba-tiba di bawah tanah seperti di sekuel pertama. Bahkan, zombi di film ini juga didapati di lautan es. Serem !

¤¤ Sumber: ZETIZEN for Jawa Pos, 22 Januari 2017







Tidak ada komentar:

Posting Komentar