Bank

Jumat, 29 Juli 2016

JASON BOURNE: BOURNE

Bourne Kelima Kuat Sekaligus Lelah
           

          LOS ANGELES – Film kelima dari seri Bourne, Jason Bourne, mulai tayang di Indonesia pecan ini. Sama dengan seri sebelumnya, film tersebut berfokus pada sosok mantan agen CIA Jason Bourne (diperankan Matt Damon). Bedanya, kali ini dia ditampilkan lebih matang, lebih dewasa, dan terasa lebih nyata.
            Dalam perfilman Hollywood, Jason Bourne merupakan pesaing berat James Bond. Keduanya sama-sama berprofesi mata-mata, punya fisik dan kecerdasan di atas rata-rata, dan bertugas di misi berbahaya. Meski demikian, sang pemeran utama Matt Damon menyatakan, sosok mata-mata yang diperankannya lebih terkesan nyata.
            “Bourne lebih modern. Dia tidak terikat, tidak memercayai institusi, bahkan pihak yang merekrutnya, dan jelas-jelas melawan sistem yang berlaku,” ungkapnya sebagaimana dikutip UK Esquire.
            Pemeran utama sekaligus produser serial Bourne itu menambahkan, tokoh yang diperankannya terbilang tidak macam-macam. “Dia punya satu perempuan yang dicintainya. Kalau kekasihnya pergi pun, dia tidak bakal dengan cepat mencari pengganti,” imbuh Damon.
            Perbedaan lainnya, seluruh aksi yang terjadi dalam Jason Bourne dilakukan secara riil. Teknik CGI atau green screen sangat minim. Mengingat sosok Bourne kian menua, trainer Jason Walsh memberikan menu latihan khusus. “Saya ingin dia terlihat kuat sekaligus lelah,” paparnya. Menurut Walsh, kesan tersebut amat penting. Terlebih, dalam film, Bourne digambarkan mengalami tekanan mental cukup berat dan sempat menjadi petarung tangan kosong.
            Di film kelimanya tersebut, Bourne bakal kembali terlibat dalam misi rahasia lembaga yang menaunginya dahulu, CIA. Mata-mata yang mengalami kehilangan ingatan itu bertemu dengan rekan lamanya,Nicky Parsons (diperankan Julia Stiles). Parsons merencanakan momen tersebut setelah menyelidiki kasus kematian ayah Bourne di Reykjavik, Islandia.
            Bourne pun kembali terlibat dengan para agen CIA. Dalam menjalankan misinya, dia bakal bekerja sama dengan Parsons dan Kepala Divisi Cyber CIA Heather Lee (Alicia Vikander). Ketiganya akan mengahdapi Direktur CIA Robert Dewey (Tommy Lee Jones) serta anteknya, pembunuh bayaran The Asset (Vincent Cassel).
Dalam Jason Bourne, Damon kembali bersua dengan sutradara Bourne Supremacy (2004) dan Bourne Ultimatum (2007), Paul Greengrass. Di film tersebut, Greengrass mengangkat permasalahan privasi, akses media sosial, dan keamanan bangsa. Dia turun langsung dalam penulisan naskah bersama editor film, Christopher Rouse.
Rouse menjelaskan, alur Jason Bourne sangat to the point. “Kami membuat kekacauan yang lebih besar, lebih megah, sekaligus lebih rumit,” tegasnya. Hal itu juga diakui Vikander. “Film ini luar biasa. Isu sosial dan politiknya sama dengan yang biasa kalian baca, action-nya sangat nyata, dan alurnya menarik,” tuturnya sebagaimana dikutip Independent. (fam/c6/ayi)

DI BALIK JASON BOURNE
LATIHAN SUPERKERAS
FILM TERSULIT
DIDESAK FANS
Persiapan Matt Damon terbilang ekstrem. Tiap hari selama enam bulan dia melakoni latihan bersama trainer  Jason Walsh. Menunya meliputi latihan yang mirip panjat tebing, lari jarak jauh dengan medan berbukit, angkat beban, dan latihan metabolik. Selain itu, Damon berlatih tinju dan melakukan diet khusus.
Chairwoman Universal Studios Donna Langley menyatakan, Matt Damon dan sutradara Paul Greengrass pernah menegaskan selesai berurusan dengan Bourne  setelah Ultimatum (2007) rilis. “Tapi, kami kemudian sepakat bakal melanjutkan Bourne sampai keduanya benar-benar tidak bisa membuat film ini,” ucapnya.
Damon menjelasakan, dirinya mendapat banyak pertanyaan tentang sekuel Bourne dari fans. “Saya secara pribadi sudah cukup puas dengan tiga film Bourne. Tapi, hampir tiap tahun rasanya ada saja yang Tanya lanjutan Bourne tiap ketemu saya di kafe, bandara, bahkan jalanan,” kata Damon.

Sumber: Jawa Pos, 29 Juli 2016
Picture:http://www.imdb.com/title/tt0258463/mediaviewer/rm781490432