Bourne
Kelima Kuat Sekaligus Lelah
LOS
ANGELES – Film kelima dari seri Bourne, Jason Bourne, mulai tayang di Indonesia pecan ini. Sama
dengan seri sebelumnya, film tersebut berfokus pada sosok mantan agen CIA Jason
Bourne (diperankan Matt Damon). Bedanya, kali ini dia ditampilkan lebih matang,
lebih dewasa, dan terasa lebih nyata.
Dalam perfilman Hollywood, Jason Bourne merupakan pesaing
berat James Bond. Keduanya sama-sama berprofesi mata-mata, punya fisik dan
kecerdasan di atas rata-rata, dan bertugas di misi berbahaya. Meski demikian,
sang pemeran utama Matt Damon menyatakan, sosok mata-mata yang diperankannya
lebih terkesan nyata.
“Bourne lebih modern. Dia tidak terikat, tidak memercayai
institusi, bahkan pihak yang merekrutnya, dan jelas-jelas melawan sistem yang
berlaku,” ungkapnya sebagaimana dikutip UK
Esquire.
Pemeran utama
sekaligus produser serial Bourne itu
menambahkan, tokoh yang diperankannya terbilang tidak macam-macam. “Dia punya
satu perempuan yang dicintainya. Kalau kekasihnya pergi pun, dia tidak bakal
dengan cepat mencari pengganti,” imbuh Damon.
Perbedaan lainnya, seluruh aksi yang terjadi dalam Jason
Bourne dilakukan secara riil. Teknik CGI atau green screen sangat minim. Mengingat sosok Bourne kian menua, trainer Jason Walsh memberikan menu
latihan khusus. “Saya ingin dia terlihat kuat sekaligus lelah,” paparnya.
Menurut Walsh, kesan tersebut amat penting. Terlebih, dalam film, Bourne
digambarkan mengalami tekanan mental cukup berat dan sempat menjadi petarung
tangan kosong.
Di film kelimanya tersebut, Bourne bakal kembali terlibat
dalam misi rahasia lembaga yang menaunginya dahulu, CIA. Mata-mata yang
mengalami kehilangan ingatan itu bertemu dengan rekan lamanya,Nicky Parsons
(diperankan Julia Stiles). Parsons merencanakan momen tersebut setelah
menyelidiki kasus kematian ayah Bourne di Reykjavik, Islandia.
Bourne pun kembali terlibat dengan para agen CIA. Dalam
menjalankan misinya, dia bakal bekerja sama dengan Parsons dan Kepala Divisi
Cyber CIA Heather Lee (Alicia Vikander). Ketiganya akan mengahdapi Direktur CIA
Robert Dewey (Tommy Lee Jones) serta anteknya, pembunuh bayaran The Asset
(Vincent Cassel).
Dalam
Jason Bourne, Damon kembali bersua
dengan sutradara Bourne Supremacy (2004) dan Bourne
Ultimatum (2007), Paul Greengrass. Di film tersebut, Greengrass mengangkat
permasalahan privasi, akses media sosial, dan keamanan bangsa. Dia turun
langsung dalam penulisan naskah bersama editor film, Christopher Rouse.
Rouse
menjelaskan, alur Jason Bourne sangat
to the point. “Kami membuat kekacauan
yang lebih besar, lebih megah, sekaligus lebih rumit,” tegasnya. Hal itu juga
diakui Vikander. “Film ini luar biasa. Isu sosial dan politiknya sama dengan
yang biasa kalian baca, action-nya
sangat nyata, dan alurnya menarik,” tuturnya sebagaimana dikutip Independent. (fam/c6/ayi)
DI BALIK JASON BOURNE
LATIHAN SUPERKERAS
|
FILM TERSULIT
|
DIDESAK FANS
|
Persiapan
Matt Damon terbilang ekstrem. Tiap hari selama enam bulan dia melakoni
latihan bersama trainer Jason Walsh. Menunya meliputi latihan yang mirip
panjat tebing, lari jarak jauh dengan medan berbukit, angkat beban, dan
latihan metabolik. Selain itu, Damon berlatih tinju dan melakukan diet
khusus.
|
Chairwoman
Universal Studios Donna Langley menyatakan, Matt Damon dan sutradara Paul
Greengrass pernah menegaskan selesai berurusan dengan Bourne setelah Ultimatum (2007) rilis. “Tapi, kami
kemudian sepakat bakal melanjutkan Bourne
sampai keduanya benar-benar tidak bisa membuat film ini,” ucapnya.
|
Damon
menjelasakan, dirinya mendapat banyak pertanyaan tentang sekuel Bourne dari fans. “Saya secara pribadi
sudah cukup puas dengan tiga film Bourne.
Tapi, hampir tiap tahun rasanya ada saja yang Tanya lanjutan Bourne tiap ketemu saya di kafe,
bandara, bahkan jalanan,” kata Damon.
|
Sumber:
Jawa Pos, 29 Juli 2016
Picture:http://www.imdb.com/title/tt0258463/mediaviewer/rm781490432
Picture:http://www.imdb.com/title/tt0258463/mediaviewer/rm781490432

Tidak ada komentar:
Posting Komentar